Penerimaan lewat jalur SNMPTN ini menggunakan mekanisme prestasi
akademik. Siswa akan melampirkan rapor belajar dari semester I hingga V.
Kemudian panitia akan menyeleksi siswa berdasarkan catatan belajar
tersebut.
Siswa dapat memilih maksimal tiga program studi dengan ketentuan satu
perguruan tinggi dua (dua) program studi. "Prioritas memilih harus
menjadi pertimbangan matang," kata Direktur Bimbingan Tes Alumni (BTA)
Grup, Hasahatan Manullang, Ahad, 15 Februari 2015. Menurut dia, pada
titik inilah siswa dan orang tua galau memilih. Berikut tips memilih
perguruan tinggi:
1. Cari tahu batas nilai atau passing grade perguruan tinggi.
Atan, sapaan Hasahatan, meminta siswa dan orang tua aktif memantau pola
batas nilai atau passing grade dari universitas tujuan setiap tahunnya.
Orang tua dan siswa, kata dia, jangan malu mendatangi universitas
tujuan untuk mencari informasi. Atau bisa juga meminta bantuan jaringan
alumni yang sudah diterima di perguruan tinggi tujuan.
2. Baca nilai rapor siswa. Setelah
memperoleh informasi terkait passing grade perguruan tinggi tujuan,
orang tua bisa berkonsultasi dengan guru di sekolah terkait nilai rapor
siswa. Tujuannya untuk melihat apakah dengan nilai yang diperoleh bisa
mendekati passing grade dari universitas tujuan.
3. Ketahui minat anak. Atan mengatakan orang tua
sangat dominan dalam memilih program studi. "Banyak kasus anak tidak
minat," ujarnya. Menurut dia, orang tua harus menjalin komunikasi dengan
anak untuk mengetahui minat. "Jangan paksa keinginan orang tua karena
si anak bisa berontak."
4. Jangan ikut teman. Kecenderungan yang ada
saat ini adalah si anak hanya ikut-ikut teman dalam memilih jurusan
kuliah. "Karena temannya banyak di ekonomi terus ikut," katanya. Ajak
anak untuk mencari tahu bagaimana prospek kedepan dan tantangan mata
kuliah yang akan diambil.
5. Bijak memilih universitas cadangan. Di dalam
SNMPTN setiap siswa dapat memilih dua perguruan tinggi. Sistemnya akan
memprioritaskan pilihan pertama. Atan mengingatkan orang tua agar bijak
dalam memilih perguruan tinggi kedua. "Perhatikan passing grade dan
kemampuan si anak," katanya